Senin, 13 Oktober 2008

Penyebab
Angin Topan atau badai besar adalah angin kencang dengan kecepatan 120 km/jam atau lebih. Angin Topan bisa mempunyai kekuatan hembusan angin sampai 200 km per jam yang dibarengi oleh hujan yang sangat lebat sehingga menyebabkan badai di daerah pesisir dan gelombang besar yang sangat kuat di laut. Di pusat badai, mata angin ribut yang bertekanan rendah membentuk kubah air yang tinggi. Ketika seluruh badai bergerak ke daratan, ia mendorong kubah air, sehingga menyebabkan banjir di daratan.

Tanda-tanda terjadinya angin ribut
1. Penurunan suhu dan tekanan udara yang drastis dan tiba-tiba
2. Terlihat gumpalan awan gelap, besar dan tinggi
3. Petir dan guruh terlihat dari jauh
4. Terdengar suara gemuruh/guntur dari kejauhan
5. Peringatan dari BMG yang disampaikan melalui media televisi, radio atau surat kabar

Dampak
Kekuatan angin dan hujan bisa
1. Menyebabkan kerusakan atau kehancuran bangunan
2. Mengangkat dan memindahkan benda-benda yang tidak stabil
3. Merusak jaringan listrik
4. Menyebabkan erosi di daerah pesisir
5. Menyebabkan banjir
6. Membahayakan keselamatan

DAN ANGIN TOPAN
Tindakan kesiapsiagaan
Masyarakat yang hidup di daerah pesisir dan rawan akan bencana ini, bisa melakukan beberapa tindakan persiapan menghadapi badai dan angin topan dengan :

1. Menyadari risiko dan membuat rencana pengungsian –
mengetahui risiko dan cara mengungsi yang cepat dan tepat adalah kunci dari tindakan persiapan dan pencegahan ini
2. Melakukan latihan dengan menelusuri jalur-jalur evakuasi –
akan mempercepat dan memudahkan proses pengungsian apabila diperlukan nanti
3. Menguatkan atap rumah dengan mengikat atap dengan baik. Mengembangkan rencana tindakan.
Kapan harus bersiap untuk menghadapi badai dan angin topan? Apabila diperlukan, berapa lama dibutuhkan untuk mengungsi? Apakah jalur pengungsian perlu diubah karena terlalu sulit?
4. Menyiapkan kebutuhan yang diperlukan –
Pada saat peringatan akan adanya badai, setiap keluarga perlu menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan seperti lilin atau lampu senter dengan persediaan batereinya, dan makanan paling sedikit untuk tiga hari.
5. Pencegahan di rumah-rumah –
Menutup jendela-jendela dan pintupintu kaca dengan papan. Berdasarkan penelitian tentang angin disimpulkan bahwa bangunan akan lebih bisa bertahan apabila tidak ada angin yang masuk.

6. Persediaan penerangan dan makanan –
Dalam bencana badai dan angin topan jaringan listrik sering terganggu atau rusak sama sekali. Karena tidak memungkinkan untuk melakukan perbaikan dengan cepat, maka perlu persediaan lilin atau lampu senter dengan cadangan baterei di dalam rumah. Persediaan makanan bagi setiap anggota keluarga untuk minimal tiga hari adalah suatu keharusan.
7. Mendengarkan radio untuk informasi darurat –
BMG (Badan Meteorologi dan Geofisika) adalah instansi pemerintah yang bertanggung jawab untuk penelitian dan peringatan akan ancaman. Biasanya badan ini menyiarkan peringatan kepada masyarakat melalui radio: bisa dengan radio komunikasi atau dengan radio komunitas.


Tindakan saat terjadi badai dan angin topan
Tetap berada di dalam rumah, kecuali apabila dianjurkan untuk mengungsi. Walaupun tidak ada anjuran, masyarakat harus tetap bersiap untuk mengungsi. Apabila dianjurkan untuk tinggal di dalam rumah maka :
1. Semua persediaan sudah disiapkan
2. Jika diperlukan, tinggal di suatu ruangan yang paling aman di dalam rumah
3. Matikan semua sumber api, aliran listrik dan peralatan elektronik
4. Terus mendengarkan radio agar mengetahui perubahan kondisi

Hindari banjir
Apabila banjir masuk ke dalam rumah, jika memungkinkan, naik ke tempat yang lebih tinggi. Waspada terhadap ‘pusat’ angin topan. Pusat badai dan angin topan ini biasanya mencapai radius 30 - 50 km dan badainya bisa mencapai radius 600 km. ‘Pusat’ badai dapat membawa air yang menyebabkan terjadi banjir di daerah pesiisr. Pada saat ‘pusat’ badai ini lewat, keadaan biasanya lebih tenang dan tidak berawan, namun ini bukan berarti badai telah berlalu. Tetap tinggal di dalam rumah hingga badai benar-benar berlalu (bisa beberapa jam atau hari).

Tindakan setelah terjadi badai dan angin topan
1. Usahakan untuk tidak segera memasuki daerah sampai dinyatakan aman. Banyak kegiatan berlangsung untuk membenahi daerah yang baru terlAnda bencana ini. Untuk memperlancar proses ini sebaiknya orang yang tidak berkepentingan dilarang masuk.
2. Gunakan senter untuk memeriksa kerusakan. Jangan menyalakan aliran listrik sebelum dinyatakan aman. Jauhi kabel-kabel listrik yang terjatuh di tanah. Untuk menghindari kecelakaan, jalan yang terbaik adalah menjauhi kabel-kabel ini
3. Matikan gas dan aliran listrik. Untuk menghindari kebakaran, apabila tercium bau gas segera matikan aliran gas dan apabila ada kerusakan listrik segera matikan aliran dengan mencabut sekring. Ini hanya boleh dilakukan oleh orang yang benar-benar paham tentang listrik.
4. Pergunakan telepon hanya untuk keadaan darurat. Jaringan telepon akan menjadi sangat sibuk pada saat seperti ini. Kepentingan untuk meminta bantuan harus diutamakan Mendengarkan radio untuk mengetahui perubahan kondisi

0 komentar: